Jumat, 03 Juni 2011

AbuDhabi Berbisik

Betapa senang rasa hati daku pagi ini,semua menyambut gembira akan datangnya hari libur.libur memang selalu di nantikan banyak orang.setiap libur tiba kita akan merencanakan untuk mengisi liburan dengan sebaik-baiknya.entah itu pergi jalan-jalan di sekitar Al-Ain atau keluar kota.kalau keluar kota biasanya kita ke Dubai atau Abudhabi.

Dan hari ini kami pun mempunyai rencana untuk jalan-jalan ke AbuDhabi mengisi liburan karena semuanya pas dapat libur bersama’an dan juga kebetulan pas terima uang gaji jadi agak sedikit punya fulus buat bekal selama dalam perjalanan.sebelumya juga salah satu teman kami memang sudah menunggu di Abudhabi,jadi tanpa pikir panjang kami semua setuju.

Pagi-pagi sekali kami semua bangun dan bersiap-siap untuk berangkat.kebetulan hari ini hari jum’at pasti akan banyak orang yang bepergian pada hari ini.setelah semuanya siap kami berempat pun meninggalkan akomodasi menuju jalan raya untuk menunggu taksi yang lewat.tak lama taksi pun datang dengan sopir yang berpakian ala Osama Bin laden.memang hampir semua sopir di Al-Ain untuk taksi biasa (non eksekutif)berpenampilan seperti itu.mereka kebanyaka’an berasal dari Pakistan kami memanggilnya dengan sebutan Patan singatan dari Pakistan.Banyak sekali warga Pakistan yang hijrah dari negaranya ke Uni Emirat Arab karena di tempat asalnya perang yang terus berkecambuk serta keadaan yang tak kondusif itu lah yang membuat mereka meninggalkan kampung halaman sang sopir bercerita dengan bahasa inggris yang di campur dengan bahasa arab.

Setelah beberapa menit kami semua akhirnya sampai di Al-Ain Bus Stasiun.Tah salah duga’an ku sebelumya stasiun bus ini penuh dengan calon penumpang yang akan berlibur ke luar kota sama seperti kami semua.tanpa membuang waktu kami semua antri untuk masuk.Dalam naik bus pun di Uni Emirat Arab ada aturannya untuk kursi bagian depan di peruntukan bagi para preplan .jadi jangan sekali-kali para lelaki duduk di bagian depan,kalau melanggar siapi-siap saja akin kena marah oleh sang sopir dengan bahasa arab yang tak daku mengerti.lian halnya kalau semua penumpang laki-laki semua baru bebas lah tuh.istilahnya “lady First” getoo.

Seperti yang daku ceritakan sebelumnya Bus dari Al-Ain ke AbuDhabi 15 AED.rute perjalanan bus ini berbeda dengan Al-Ain ke Dubai yang melewati akomodasi kami.Bus yang Al-Ain ke Abudhabi ini yang daku tahu melewati jalan Al-Sanaiyah menuju jalan Al-kuwaitat lalu gak tau ke mana lagi pusing dech memikirkanya mendingan mendengarkan lagu-lagu arab dan dangdut pastinya.Dalam bus pun dengan jelas terlihat wajah-wajah asli dari asia.jarang sekali daku lihat penduduk asli menggunakan angkutan bus apalagi bus umum.memang sich kita akui bahwa UEA adalah salah satu Negara kaya di dunia. jadi bisa di pastikan hampir semua penduduk aslinya menggunakan kendaraan pribadi.Ada sich beebread muka arab yang naik kendaraan umum tapi dapat daku pastikan mereka bukan warga asli,Melainkan pendatang seperti dari Syiria,mesir atau pun negara arab lainya karena wajah mereka memang sulit di bedakan.

Setelah hampir 2 jam dalam perjalanan,kita semua pun sampai di AbuDhabi Bus Stasiun.Di stasiun ini pun tak kalah ramai dengan di Al-Ain bus stasiun.setelah di telepon ,teman yang kami tunggu pun tiba.di sinilah kita memulai rencana akan ke mana dan hendak ke mana.per tama-tama kami memutuskan untuk makan dulu,sebelumnya sudah makan dalam bus tapi masih lapar,habis cuma sedikit sich,jadi gak bisa mengganjal perut kami yang besar-besar ini.

AbuDhabi adalak emirat tebesar yang membentuk Uni Emirat Arab,dari tujuh emirat yang ada.AbuDhabi sendiri merupakan ibu kota dari Negara Uni Emirat Arab itu sendiri dan juga kota terpadat.penguasa AbuDhabi adalah Sheikh Khalifa Bin Zayed Al-Nahyan yang juga merupakan presiden Uni Emirat Arab saat ini.Dari tujuh kekaisaran di emirat hanya AbuDhabi dan Dubai yang memiliki hak Veto.

Karna hari sudah menunjukan pukul 12.00,setelah makan kami semua memutuskan untuk sholat jum’at berjama’ah terlebih dahulu.Masjid yang kami pilih katanya merupakan salah satu masjid terbesar dan terindah yang ada di dunia.jadi sebelum sholat kami bisa sekalian lihat-lihat dalam dan luar ruangan masjid seperti yang di ceritakan banyak orang.Melewati dua jembatan utama mussafa dan maqta di pusat kota Abudhabi, nampaklah bangunan putih nan elok inilah masjid terindah itu yang bernama Sheikh Zayed Al-Nahyan mosque.Masjid ini resmi di buka pada Ramadhan 2007.per tama di buka masjid ini terlarang untuk non muslim.namun pada 2008 otoritas AbuDhabi membolehkan non muslim berkunjung guna mempromosikan pariwisata dan pemahaman keagama’an.Setelah puas berkeliling sambil menikmati Keindahan masjid kami pun segera mengambil air wudhu untuk segera menunaikan sholat Jum’at secara berjama’ah.Subhannalah ramainya masjid ini semua orang berbondong-bondong datang dari berbagai penjuru untuk menunaikan sholat Jum’at secara berjama’ah.selain itu tampak juga beberapa turis asing yang ikut menyaksikan akan Keindahan masjid ini dari luar.

Setelah selesai sholat perut mulai terasa keroncongan lagi.kami semua memutuskan makan di salah satu restoran Indonesia yang ada di kota AbuDhabi sekalian menghilangkan rasa kangen akan masakan daerah asal soalnya sehari-hari kita makan makanan khas timur tengah.Benar saja begitu kami sampai serasa bukan lagi di Negara arab Melainkan seperti di rumah sendiri.mulai dari gaya berbicara, restoran yang di buat semirip mungkin seperti di Indonesia dan yang terutama adalah makanannya.setelah puas menikmati masakan dari daerah asal dan jam menunjukan masih siang kami pun melanjukan perjalanan ke Cornich beach.

Cornich beach merupakan area favorit saat winter seperti sekarang ini.di hari libur orang akan berkumpul di sepanjang Cornich.area ini memang cocok di jadikan sebagai tempat rekreasi,pantainya yang bersih dengan trotoal yang luas.Rumput-rumput yang terawat rapi cocok untuk lesehan dan bersenda gurau.untuk mengendurkan otot bisa berjoging ria di sekitar pantai.Dari semua Keindahan kota Nampak bahwa penguasa negeri ini seolah-olah sedang menjadikan AbuDhabi sebagai “halaman” depan rumahnya.Bunga-bunga yang beraneka warna,rumput yang selalu di pangkas,serta aneka pohon kurma yang di tanam dan di atur sedemikian rupa makin menambah daya tarik kota ini.

Tak terasa waktu sudah tidak memungkinkan bagi kami untuk berlama-lama.kami semua pun menuju bus stasiun Abudhabi untuk membeli tiket ke Al-Ain.biasa lah sebagai seorang pekerja kita harus tahu akan hak dan kewajiban kita.Baca juga artikel menarik ini.Sheikh Zayed Mosque di sini

0 comments:

Posting Komentar