Minggu, 18 Desember 2011

Cendol Dan Cincau Berbahan Pewarna

from google image
Menikmati segelas es cendol atau cincau memang sungguh menggugah selera,apalagi ketika cuaca sedang terik minuman ini tentu merupakan sebagai salah satu solusi terbaik.maka tak heran mulai dari anak-anak sampai orang dewasa suka meminumnya.CNN go pun menyebutkan bahwa cendol merupakan salah satu minuman terenak di dunia dengan menempati posisi ke-45,sedangkan rendang menempati posisi pertama.

Namun apa jadinya bila cendol atau cincau yang anda nikmati mengandung zat-dan bahan berbahaya seperti pewarna kertas,roda min B dan tawas.seperti yang kita ketahui pewarna kertas/tekstil biasanya di gunakan untuk menghias pada kain sedangkan tawas untuk menjernihkan air.Bahaya yang di timbulkan akibat mengkonsumsi zat-zat berbahaya itu dalam jangka pendek dapat menyebabkan mual dan muntah-muntah.dan jika di konsumsi terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kanker.sedangkan roda min B pada anak-anak dapat menyebabkan kerusakan sel dalam tubuh.

Salah satu oknum pembuat cendol dan cincau dengan menggunakan bahan berbahaya sebut saja Udin.Udin pun berdalil agar tampilan cendol yang dia jual tampil lebih menarik dan tahan lebih lama guna menarik para pembeli.sang produsen curang ini menggunakan bahan-bahan berbahaya untuk menekan biaya produksi guna meraup untung berlipat.dan benar saja dengan tampilan cincau dan cendol yang menarik sangat di minati banyak orang terutama anak-anak sekolah.

Proses pembuatan cendol sama pada umumnya .setelah bahan telah siap Udin mencampurkan zat-zat berbahaya itu dalam cendol buatannya.yang lebih parahnya lagi Udin menggunakan air mentah dalam cendol atau pun cincau dalam proses pembuatannya.oknum curang ini sudah berlangsung kira-kira selama 20 tahun.

from google image
Penggunaan bahan pewarna berbahaya pada makanan memang di larang oleh pemerintah.Namun penjualan bahan-bahan berbahaya itu sangat mudah di dapatkan di pasaran dan beredar luas.penggunaan bahan pewarna yang di perbolehkan tentu saja untuk pewarna bahan makanan seperti pasta dan untuk pewarna alami bisa menggunakan daun suji.Untuk membuktikan hal tersebut tim Reportasi Investigasi pun membawa sampel cendol dan cincau dengan uji kualitatif di Universitas Pasundan di bagian pangan.dari hasil uji kualitatif itu terbukti bahwa cendol dan cincau tersebut mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh.

Untunglah masih ada penjual cendol dan cincau jujur di sekitar kita yang tanpa harus menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam dagangannya.Berikut tips-tips membedakan cincau dan cendol berpewarna berbahaya:

1.cendol dan cincau berpewarna berbahaya akan terlihat lebih mencolok.
2.cendol dan cincau berpewarna berbahaya akan meninggalkan bekas pada wadahnya.
3.Akan lebih kenyal,sedangkan cincau dan cendol berbahan alami teksturnya lebih lembek dan mudah patah saat di aduk.

Kita sebagai konsumen cerdas harus pandai memilih dan memilah dengan selalu berhati-hati.dengan selalu waspada setiap saat tidak menutup kemungkinan lambat laun peredaran cendol dan cincau berbahan berbahaya hilang dari peredaran.

Sumber:Reportase Investigasi.

18 comments:

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

aku suka sekali cendol ,jadi harus hati2 ya memilih cendol yang aman.lebih baik sih buat sendiri

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
Rohis Facebook mengatakan...

thx infox pak..,*smile, yg sy tau ada juga pewarna buatan Alami yg terbuat dr daun pandan selain gk berbahaya juga baux harum

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
Rawins mengatakan...

cari santapan bebas interfensi bahan kimia sekarang makin susah ya..?

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
Atma Muthmainna mengatakan...

jangan tertipu dengan warna yang menarik ya?bisa ajah itu make pewarna,
tp aku ga takut2 amat,karena aku memang ga suka cendol

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
Kak Rin!!! mengatakan...

Ehmm... jadi mau cincau...
Di Lampung ini gak ada yang jualan cincau (T^T

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
anisayu mengatakan...

hmmmmm segarnya terlihat minuman2 itu ga disangka pake zat pewarna bahaya , duh jadi takut makan es cedol atau cincau, padahal sungguh oh enak ...

info yg baik... :)

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
saryadinilan mengatakan...

@Lidya - Mama Pascal
yup betul banget mbak harus lebih berhati-hati.buat sendiri yup ide yang cemerlang.love,peace and gaul.

@Rohis facebook:sama-sama bro,yup betul banget daun pandan,love,peace and gaul.

@Rawins:yup betul banget susahnya mencari bahan makanan yang aman,love,peace and gaul.

@Atma Muthmainna:sayang gak suka cendol padahal enak tenan loch,love,peace and gaul.

@Kak Rin!!!:untung juga kalau di sana gak ada,love,peace and gaul.

@anisayu:harus hati-hati sebelum membeli,love,peace and gaul.

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
Zaenal mengatakan...

ternyata cendol juga ada bahan pewarnanya juga...
kadang heraann, makanan di Indo banyak sekali racunnn nya, dan mereka hanya mementingka keuntungan, keuntungan dan keuntungann...
tidak memikirkan kesehatan dan akibat dari bahan pewarnba yang dibuatnya......
sangat ironis menurut saya....

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
Iskandar Dzulkarnain mengatakan...

la terus mau makan apa kalo semua begini >_<

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
zone mengatakan...

waaaahhh.....
enaak tuuuh....
mau donkkk...
:P

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
Andy mengatakan...

kalau dilingkungan saya tukang cincau pakai pewarna alami yaitu daun cincau aja atau pandan soalnya daerah saya banyak yang jualan cincau tapi saya percaya mereka menggunakan bahan yang aman,karena suka nongkrongan diwarung saya :)

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
saryadinilan mengatakan...

@Zaenal:Yup begitulah bro hanya mementingkan dirinya saja tanpa memikirkan akibatnya pada orang lain oknum seperti ini,love,peace and gaul.

@Iskandar Dzulkarnain:hati-hati saja bro,kalau memang takut jangan makan,love,peace and gaul.

@Zone:yup memang enak bro,tapi hati-hati makannya jangna sampai tertipu akan tampilan yang menggiurkan.love,peace and gaul.

@Andy:wow enak dong jadi makannya tanpa rasa was-was.love,peace and gaul.

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
rusydi hikmawan mengatakan...

soalnya yang menarik gitu bikin kita terpikat untuk membeli, apalagi anak2. memang produsennya cerdas, dan konsumen harus lebih cerdas lagi

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
[L]ain mengatakan...

Yang alami dan berwarna masih bisa ngebedain dari warnanya =w=
Ane kan doyan cendol juga gan ._.

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
saryadinilan mengatakan...

@rusydi hikmawanyup betul banget kita sebagai konsumen harus lebih cerdas,love,peace and gaul.

@[L]ain:sipp dech kalau gitu,love,peace and gaul.

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
Reni mengatakan...

Tiap hari mendengar berita tentang banyaknya penjual makanan yg berbuat curang demi mendapatkan keuntungan yg lebih besar, jadinya... gak tenang kalau beli makanan di luar.

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
saryadi nilan mengatakan...

@Reni
yup betul mbak lebih hati-hati aja,love,peace and gaul.

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan
Cilembu thea mengatakan...

setiap hari depan rumah selalu lewat abang penjual cendal dan cingcau..nanti saya tanya ah..apakah pake pewrna atau ngga, antisipasi soalnya anak-anak hobi pisan minum cendol.

Terimakasih Untuk Komentar Teman-teman Pada Artikel Ini... by Saryadi nilan

Poskan Komentar